Mari Memulainya Dari Awal Saudaraku..Kuatlah!!

Baiklah, ,….ini adalah coretan pertama saya di tahun 2011
*hehehe* udah lama banget ya ga nulis. Sibuk? ngga juga sih…tapi kurang niat dan usaha aja, 🙂
Padahal kalo disuruh cerita, sebenernnya sih banyak cerita saya mau saya tulis. Tapi apa daya….penyakit malas melanda jiwa saya *harap maklum*

Stenberg pernah bilang, cinta itu kombinasi antara hasrat, perasaan, dan pikiran. Lalu kalo ditanya, dimanakah hasrat saya? perasaan saya? dan pikiran saya?Saudara-saudara saya di Dusun Paten salah satunya.

Beberapa kali saya ke Dusun Paten. Enam kilometer dari Puncak Gunung Merapi. Dulu, mereka menjadi penyintas di daerah Bumirejo. Tapi Desember lalu mereka kembali ke desa mereka.
Meski sudah tersebar, tapi saya masih bertemu dengan orang2 yang dulu pernah saya jumpai di SDN 2 Bumirejo.
Baru sadar, kalo anak-anak Dsn. Paten itu banyak banget. Dan mereka suka sekali dateng ke Posko. Setiap sore, entah itu bikin PR (sambil bermain) *hohoh*, atau sekedar bantu2 kami.
Kandung, Ryan *nama aslinya sapa ya??lupa*, Bowo adalah Tiga Sekawan yang selalu betah di Posko.
Nita, Tia, Joko kecil, dan….argh, saya jadi kangen mereka.
Beberapa hari ke Posko tapi saya tidak melakukan banyak hal untuk mereka.*sedih* Pengen bisa berbuat banyak, tapi ternyata tidak banyak hal yang bisa saya lakukan. Saya jadi ingat kata bijak dari Bunda Theresa, “Jika kita tidak bisa memberi makan seratus orang, maka berilah makan satu orang saja!”.

Rasanya ingin bawa banyak mainan untuk mereka. Ada yang mau nyumbang?? *hehehe*. Sejauh ini sih, pengen ngebawain mereka Puzzle, Ular Tangga, sama bola Bekel *akibat cerita Zee yang waktu kecilnya hobby maen Bekelan* #loh
Nantilah, saya rundingan dulu dengan teman-teman. Karena pengen juga sih bikiin Panggung Boneka untuk mereka. Selain sebagai sarana hiburan, pengennya juga ada edukasi yang ditanamkan disana. Mau buat sendiri sebenernya, tapi rasanya saya harus banyak belajar untuk menjadi pendongeng. Apalagi memainkan panggung boneka itu ngga gampang loh. hmmmm….]
Ohya, satu lagi. Mau belajar ORigami. *cieeee…*. Udah browsing2 juga. Nemu web ini buat latihan melipat kertas. Ntar dipraktekin kalo ke sana lagi. Sama, ini…..PaperDoll. Kalo jaman dulu waktu SD sih istilahnya maen “Bongkar Pasang”. Tapi kalo yang ini butuh persiapan lebih , dan kerjasama dari temen-temen disana. Ntar deh , kalo udah didiskusiin, baru direalisasiin. Secara, temen2 yang lain masih pada ujian sih.

Kearifan lokal dan kultur disana, membuat saya saat ini saya juga sedang *belajar* mencintai budaya Jawa. *hohoho* Terasa sekali bahwa saya itu sama sekali ngga ngerti apa2 soal Jawa cyiiin…*oh…MG*
Berawal dari seorang teman relawan yang saya kenal di Posko yang mengajak saya untuk mengenal kisah Mahesa Jenar, Aryo Penangsang, Pudak Wangi , Rara Wilis, Gagak Rimang, dan sebagainya. Sesuatu yang baru buat saya. Meskipun harus saya akui, saya sedikit terlambat untuk tau dan mengerti tentang cerita rakyat tadi.
Selain itu, karena sedikitnya hiburan di Posko,….selain Bob Marley dan Iwan Fals dan teman-temannya, teman juga membuat telinga saya *mau-gak-mau* mendengar senandungnya mbah Sudjiwo Tedjo. Dan akhirnya berkembang ke Djaduk, Kuaetnika, Sinten Remen dan sebagainya.
Saya akui, saya ternyata menikmati. Semuanya karena keinginan saya untuk melakukan pendekatan kultural atau kearifan lokal suapaya lebih dekat lagi dengan masyarakat di sana.

Kami, menamakan diri grow! Indonesia. Sedang mengajukan proposal kesana dan kemari. Sedikit respon *sejauh ini*, tapi kami tak kenal lelah. Masih terus berusaha dan berupaya. Kami sering menerima keluh kesah warga, mereka mengeluh. Dua bulan mengungsi mereka tidak dapat bekerja, tidak punya penghasilan. Warga juga siap makan ubi, *padahal selama ini ubi hanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak* KOndisi keuangan kami juga makin lama makin menipis. Bener-bener cuman mengandalkan keuangan pribadi kami dan beberapa donatur . Program pemulihan dari Pemerintah baru dianggarkan pada bulan April 2011. Itu artinya masih ada 3bulan lagi mereka harus bertahan. Kalo toh udah dianggarinpun, kadang pencairannya juga lama. Belum lagi, bencana banjir lahar yang terjadi. Beberapa desa terpaksa mengungsi dan ini juga masih menjadi konsen pemerintah Daerah.
Uang jatah hidup baru sekali diberikan, itupun hanya 4ons beras dan uang lauk pauk sebesar Rp. 4500.

Bukankah hidup itu memberikan banyak pelajaran? , tanpa sengaja..mereka mengajarkan banyak hal buat saya.

** ) untuk foto kondisi dusun silahkan bisa buka link sbb:

Kondisi tanah pertanian:

http://www.facebook.com/update_security_info.php?wizard=1#!/album.php?id=1112550457&aid=2092989

kondisi selama menjadi penyintas di Bumirejo Magelang

http://www.facebook.com/update_security_info.php?wizard=1#!/album.php?id=1112550457&aid=2092059

http://www.facebook.com/update_security_info.php?wizard=1#!/album.php?aid=2091765&id=1112550457

Advertisements

Leave a comment

Filed under Tak Berkategori

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s