Faith


Sungguh, saya tidak bermaksud mengeluh kepada Anda. Saya hanya ingin mengeluh kepada Tuhan dan memohon kepadaNya, sekiranya saya mendapatkan pertolongan dariNya.

Saya, sungguh membutuhkan bantuanNya. Sekiranya Tuhan memakai orang-orang disekitar saya untuk membantu saya.
Ini tentang #rumahbaca. Saya sungguh ingin mengadakan program ini dan itu demi anak-anak disana. Sungguh saya harus berpikir bagaimana saya mendapatkan dana untuk terlaksananya program. Tapi, saya-pun harus berpikir , bagaimana bila tidak ada dana akankah program terus berjalan?
Saya?? Sesungguhnya…buat saya bulan ini bulan yang “padat pengeluaran”.
Dan sejujurnya saya pusiiiing memikirkannya. Apalagi, barusan saya dapet sms soal tagihan listrik #rumahbaca. Dan sungguhpun saya tidak ingin mengeluh ya Allah. Saya hanya bingung memikirkannya.
Dan, baiklah…..
Saya bingung karena saya berpikir dengan cara pandang dan cara pikir saya sebagai manusia yang punya keterbatasan. Dan (mungkin), saya bingung karena iman saya sedang lemah saat ini.
Seharusnya , disaat saya sedang bingung memikirkan semua ini, iman saya semakin dikuatkan. Bahwasanya mengandalkan diri sendiri bukannya langkah yang tepat. Bahwasanya mengandalkan Tuhan Yang Maha Kaya adalah tepat.
Dan bahwasanya iman itu akan mati tanpa perbuatan. Lalu bagaimana seharusnya??
Tetaplah memberi. Terlebih ketika memberi pada saat kekurangan. Karena itu adalah pemberian terbesar.
Lain cerita kalau memberi pada saat berlebihan. Meaningless.
Sesungguhnya, aku hanya beriman kepadaMu
Tuhan, Engkau yang melihat hatiku
Advertisements

Leave a comment

Filed under Rumah Baca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s