mockingmocking #1

Disaat ingin serius bekerja, rasanya tak nyaman kalau tak “nyampah” terlebih dahulu. Ibaratnya kalo sudah kebelet gak tahan, gak afdol kalo ga ke toilet terdekat #halah
Tidak tepat kalo saya menuliskannya di status twitter apalagi facebook. Selain terbatas hanya pada 140karakter saja, menuliskannya di twitter dan status facebook sekalipun sepertinya tidak bisa mewakili perasaan saya. Saya bicara mengenai diri saya sendiri. Apa yang saya rasakan belum tentu sama dengan yang anda rasakan. Jadi ini adalah pendapaat saya

Saya tau karakter orang berbeda-beda. Tidak bisa disamakan. Kata Gus Dur, yang sama jangan dibedakan, yang beda jangan disamakan. *begitulah*. Namun bicara mengenai karakter, ada yang bisa ditolerensi, ada yang tidak. Sudah terlalu lelah karena terus menerus bertoleransi *sigh*
Saya capek menjadi pihak yang selalu mengalah. Saya lelah seperti harus terus menahannya.
Jadi, karena saya lelah maka saya mencoba untuk melepaskannya. Menjadikannya lebih ringan, dengan cara tidak memikirkannya, dan lebih cenderung mengabaikannya.
Oleh karenanya, saya menarik diri. Saya memilih diam.
Saya memisahkan diri dari mereka yang membuat saya lelah. Dan melepaskan semua beban-beban saya. Mereka boleh memilih, tetap bersama saya atau meninggalkan saya. Sama halnya dengan saya boleh memilih, siapa yang saya akan follow di twitter, siapa yang saya accept friend requestnya, siapa yang ada di friend list saya di YM, out dari group BB, out dari group WhatsUp, me-mute twitter orang, dll. itu adalah cara saya.
Bukan sekali ini saya harus mengambil jalan sendiri, memisahkan diri . Ini adalah cara saya untuk tidak bergantung kepada mereka. Karena saya tau bagaimana rasanya “bergantung” dan kemudian dicampakan dan ditinggalkan. Itu lebih menyakitkan.
Ini adalah cara saya untuk mandiri, dan cara saya untuk bertahan. Termasuk cara saya untuk menyelamatkan diri saya dari orang-orang yang berpotensi menyakiti saya.
Lihatlah, tangan saya tak menggenggam erat mereka. Saya bebas melepasnya .
Ditinggalkan, dilupakan, diabaikan, diacuhkan, disingkirkan, didiamkan, diapakanlah namanya, saya pernah merasakan dan masih merasakannya.
Maka, bertemanlah dengan banyak orang itulah penghiburan saya.
Saya tidak menjadi terlalu kecewa ketika mereka meninggalkan saya.
Atau ada yang menganggap saya aneh.
Well , mungkin ini karena kita berbeda. Ini cara saya dan sudut pandang saya.
Advertisements

Leave a comment

Filed under LiFe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s