Demikianlah…..

Lega rasanya, bangun tidur tanpa harus bertanya-tanya “dosennya ada gak ya??” “hari ini acc gak ya?” atau “hari ini revisi gak ya?”
Pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul baik sebelum dan sesudah tidur.
Lega rasanya, sudah tidak harus bolak balik kampus kantor, berpanas-panas ria meninggalkan jam kerja untuk bimbingan.
Lega sudah rasanya telah habis masa studiku sebagai mahasiswa
Demikianlah…..
Cukup?
Tidaaaaaak!!! Ini langkah awal. Setelah ini akan ada babak berikutnya.
Menenteng-nenteng map berisikan surat lamaran dan CV , ikut job fair sana sini. Atau rajin-rajin buka loker di koran hari Sabtu. Browsing lowongan dan sebagainyaPara lulusan akan tetap kembali ke kampus, untuk men
Saya? Demikianlah….gurus legalisir ijazah dan transkrip
Atau, segera setelah ijazah ditangan maka restu orang tua-pun datang untuk segera menikah.
Saya?? Demikianlah…..
Ataaau, ada yang mau lanjut ke jenjang berikutnya? ke strata yang lebih tinggi??
Saya?? Demikianlah….
Siapa yang tidak ingin bekerja di perusahaan yang lebih baik, dengan karir yang lebih baik pula??
Siapa yang tidak ingin segera
melepas masa lajang dan menikah?
Siapa yang tidak ingin lanjut ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi?
Saya?? Demikianlah …
Cukuup?
Tidaaaaak!!
Saya tidak cukup puas sampai disini.
Saya punya harapan
Saya punya mimpi
Saya punya Tuhan,
maka
Saya menyerahkan harapan dan mimpi saya kepada Tuhan yang berkuasa atas kehidupan dan masa depan saya
**
Update: 29 Oktober 2011
ada yang kelewatan ketika saya wisuda kemaren 🙂

Rasa haru saya ketika saya harus berangkat wisuda *barengan mas patjar* karena wisuda kali ini tanpa Bapak dan Ibu saya.

Bapak saya sedang sakit, dan Ibu yang merawat Bapak ngga bisa lama-lama pergi karena Bapak ngga ada yang nemenin, hasilnya…saya photo2 dulu aja sama mereka berdua. Setidaknya bisa liat saya pake Toga ya Pak, Bu….
Maaf, agak telat wisudanya….ini yang Bapak dan Ibu saya tunggu.
Sampai akhirnya Ibu saya berkata “wes lego..anak’e ibu wes sarjana kabeh”(sudah lega ibu, anaknya ibu semua sarjana)
Itulah perkataan ibu saya .
Saat itu saya langsung sms mas patjar, ” semoga kita diberi kemampuan untuk menjadi orang tua yang bisa menyekolahkan anak2 kita “

Advertisements

2 Comments

Filed under LiFe

2 responses to “Demikianlah…..

  1. Wah, selamat ya mba Oliv! Bener banget, masih banyak lg babak baru dalam hidup sedang menanti. Semoga sukses ya mbak :)btw, udah ada rencana apa mbak Oliv? Masih menetap di Semarang atau merantau, kah? 😀

  2. Heheh, Thanks ya BUnda Alif :)amiiiin doanya mbakSudah ada rencana mba, pengennya ini dan itu…termasuk sepertinya merantau mba:)doakan saja semoga dimudahkan jalannya *amiiin*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s