#Tulkiyem Selingkuh

Pengacara dan Marketing adalah salah satu pekerjaan yang paling dibenci Tulkiyem. Kenapa? Pengacara dan Marketing ini hobi berbohong saudara-saudara. Yah, memang sih kata “berbohong” itu relatif. Apalagi dilihat dari sudut pandang yang bersangkutan (baca: Pengacara dan Marketing)

Suatu hari Tulkiyem duduk-duduk  di sebuah ruang tunggu dokter. Menunggu Marwoyo yang sedang mengantarkan adiknya berobat.  Di sebelah Tulkiyem ini ada seorang pria ganteng, usia 40an, mapan, berpendidikan tinggi dan berprofesi sebagai Marketing sebuah perusahaan swasta. Namanya Winner. Karirnya melejit setelah ia menjadi “pria  kesayangan” bos.  Darimana ia tau?? Tulkiyem pernah bertemu pria ini sewaktu mengantarkan Darijem mengajukan proposal untuk acara sosial di kampungnya.

Meski tak kenal dekat, Tulkiyem yakin pasti, Winner pasti sudah beristri. Dengan logat Bataknya yang kental, sang pria itu berkata kepada seseorang di telepon ” yaaa….yaaa, betul itu Bu. Ooh….betul itu Bu…”  Tulkiyem melihat sangat jelas, Winner  ini takut dan tunduk dengan seseorang yang ada di telepon. “Baik….baik..Bu, nanti saya akan jelaskan perkaranya , Ya bu…baik…baik” kata Winner.

Setelah Winner  berbicang dengan seseorang yang ia takuti tadi, ia melanjutkan perbincangannya dengan seseorang yang lain . Kata Winner ” haaalo my Friend, gimana kabarnya??….iyaaa, jadi begini..si Ibu tadi telpon, biasa soal event yang kemaren itu…coba kau urus itu ya, biar kita sama-sama aman. Kan tau sendiri Ibu orangnya kayak gimana. Okey my friends??”

Tulkiyem hanya bisa menguping sedikit-sedikit perbincangan Winner . Dan masih di ruang tunggu dokter, Tulkiyem lagi-lagi mendengar winner  menelpon ” yaa..bu, sudah saya telepon orangnya. Ibu jangan kuatir. Semuanya aman . Gimana Bu? ooh….ya ya, bisa bu bisa. Ahh..Ibu , jangan begitu..saya jadi gak enak. Ibu mau kemana?? Apa sih yang engga buat Ibu..heheh ” Winner terlihat ramah dan tunduk dengan seseorang yang ada ditelepon.

Sesaat setelah itu, seorang wanita keluar dari ruang dokter kandungan. Berkatalah Winner kepadanya ” Yang, aku harus mendadak meeting nih, untuk event minggu depan. Aku anter pulang trus aku meeting ya…” Winner  berkata pada istrinya. Sang istri yang berperut besar itu mengambil sejumlah obat yang diresepkan oleh dokternya, dan Winner-pun berbicara dengan seseorang di telepon ” Nug, hari ini aku bilang sama istriku lagi meeting sama kamu. Jadi nanti kalo istriku tanya-tanya bilang saja meeting sampe malam lanjut ngecek lokasi yah. Aku mau ketemu sama Ibu.

Tulkiyem diam merenung sambil bertanya ke Marwoyo saat mereka sedang mampir ke sebuah warung Bakmi Jawa dengan rumah sakit.

kata Tulkiyem kepada Marwoyo ” sejujur-jujurnya kamu mas, kalo bohong mbok ya o jujur…ya?”  Marwoyo hanya diam, bingung dan nggak tau harus berkata apa kepada Tulkiyem.

Tulkiyem hanya berprasangka buruk, bisa jadi malam ini Winner sedang  tidur dengan  bos wanitanya.

Advertisements

Leave a comment

Filed under #tulkiyem, Tak Berkategori

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s