Kerupuk

Harus saya akui, saya ini penggemar krupuk. Sangat sangat suka. Makan tanpa krupuk seperti ada yang kurang. Gak cuman nasi goreng atau gado-gado, mau makan soto, sate, gule, gudeg, pecel apalah….kalo bisa sih ada krupuknya. Sampai-sampai di rumah ini, ada kaleng krupuk besar *kayak diwarung-warung*, mengingat banyaknya peminat krupuk di rumah saya. Jadi gak cuman saya aja yang suka, tapi nyaris hampir semuanya suka, tapi kayaknya cuman saya yang menggila. Pacar saya-pun tau betul, tiap kali makan di luar, kalo saya clingak-clinguk pasti karena saya nyari krupuk. Heheeh

Tapi tadi pagi saya kembali berpikir, seperti diingatkan. Bahwasanya saya kan sedang menghindari “goreng-gorengan”, jadi makan krupuk pun sebenernya harus saya hindari.

*efek sarapan tadi pake krupuk bawang warna-warniiii*

Ada rasa bersalah yang menghantuiku #halah LEBAY deh

Aniweii, saya jadi penasaran makanan semacam krupuk ini ada gizinya gak sih? Saya kan jadi penasaran gitu! Makanya langsung tanya sama om Gugel dan akhirnya menemukan beberapa fakta mengenai krupuk.

Sebelumnya, marilah sama-sama kita mencari tahu apa sih definisi dari krupuk itu?

Ini diaaaa…..

Kerupuk atau krupuk adalah makanan ringan yang dibuat dari adonan tepung tapioka dicampur bahan perasa (seperti udang atau ikan. )

Kerupuk dibuat dengan mengukus adonan sebelum dipotong tipis-tipis, dikeringkan di bawah sinar matahari dan digoreng dengan minyak goreng yang banyak.

Tuh kan, di GORENG dengan minyak yang banyak!! Itu tuh yang bikin enak.

Coba deh, siapa sih yang gak demen sama yang namanya GORENGAN. Rasanya jauh lebih gurih dan gimana gitu..apalagi kalo digoreng garing sampe bunyik KRIUKK KRIIUUK gitu, duuh…rasanyaaa!

Ah, tetapi ini nih yang temukan ketika saya cari-cari info seputar makanan yang digoreng , bahwasanya makanan kaya karbohidrat seperti kentang, singkong, ubi, pisang, nasi, dll jika digoreng akan terurai, kemudian bereaksi dengan asam amino menghasilkan senyawa karsinogenik (pemicu kanker) yang bernama akrilamida

Sewaktu saya membaca artikel dari rumahkanker.com ini, rasa ngeri sih. Gimana engga. Rasanya hampir tiap hari makan makanan yang digoreng. Diceritakan bahwa ada penelitian yang dilakukan terhadap tikus percobaan. Akrilamida ini menimbulka tumor, merusak DNA, merusak syaraf, mengganggu kesuburan dan mengakibatkan keguguran. Misalnya kentang yang digoreng pada suhu 220C ini menngandung akrilamida kurang lebih 2500 mikrogram.

Nah trus, kalo TIAP HARI makan makanan yang digoreng, apalah jadinya kita??

*mulai ketakutan*

Trus gimana dong kalo kita blom bisa menghidari makanan yang digoreng,?? Salah satu tips yang disarankan adalah menggoreng sendiri makanan kita. kenapa?? Akan jauh lebih sehat dan aman. Kita bisa mengontrol banyak sedikitnya minyak. Sekaligus kita aman dari tingkah “aneh” para pedagang gorengan yang suka memasukan plastik pembungkus minyak ke wajan penggorengan dengan alasan hasilnya jauh lebih gurih. *wuuaaaaah…*

Dengan menggoreng sendiri makanan kita, kita juga bisa mengatur suhu panasnya minyak. Kaerna semakin rendah suhu minyak semakin sedikit akrilamida yang terbentuk. Sebaliknya semakin panas semakin banyak akrimalidanya. Selain itu, minyak goreng yang dipanaskan terlalu tinggi akan teroksidasi dan tepolimerasi menghasilkan zat-zat radikal bebas dan minyak trans *yang berbahaya bagi kesehatan dan memicu kanker*


Indonesia sangat kaya tanaman berkhasiat antikanker, jauh lebih kaya daripada Cina, dan lebih bagus mutunya. Tetapi mengapa angka kejadian kanker di Indonesia lebih tinggi daripada Cina? Karena orang Indonesia suka sekali makan gorengan…

(Prof. Dr. Li Peiwen, ahli kanker & obat tradisional senior Cina.)

Mengingat saya sendiri masih blom bisa sepenuhnya menghindari gorengan, olehkarenanya saya pun ingin mencari tahu, minyak goreng apa sih yang aman dan sehat buat saya. Masih dari web rumahkanker.com, sayapun menemukan artikel tentang minyak goreong yang aman dan sehat.

Semoga dengan niat tulus untuk menjaga kesehatan, saya sebisa mungkin akan mengurangi makanan “goreng-gorengan”, *tolong ingatkan saya kalo tiba-tiba saya khilaf yah*
Entah mungkin ada yang bilang, kalo habis makan gorengan sebaiknya jangan minum air es, atau lebih baik minum teh hijau atau air yang anget, apapunlah itu..sebaiknya memang harus dikurangi *tolong ingatkan saya yah*
hehehe
Advertisements

Leave a comment

Filed under Tak Berkategori

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s