ANDAI SAYA ANGGOTA DPD RI

KETIDAKADILAN GENDER DALAM PERTANIAN

Cukai terbesar penyumbang pendapatan negara saat ini adalah cukai yang berasal dari tembakau. Besarnya 6,4 % dari total pendapatan pemerintah. Indonesia sendiri juga telah menyumbang 2,1 % dari persediaan tembakau di dunia. Kebijakan yang mengatur persoalan mengenai tembakau juga sudah diatur dalam Roadmap Industri Tembakau Pemerintah, dimana prioritas utama bagi sektor tembakau di Indonesia adalah ketenagakerjaan, pendapatan negara dan kesehatan masyarakat.

Sebanyak 44% penduduk di Indonesia adalah petani, dan 58% dari total petani di Indonesia adalah perempuan. Diakui atau tidak, pertanian di Indonesia dipengaruhi oleh perempuan yang berperan dalam proses produksi pertanian termasuk petani/buruh tani perempuan. Salah satunya adalah petani/buruh tani perempuan dalam industri tembakau.

Industri tembakau memang identik dengan laki-laki. Namun di balik petani tembakau yang laki-laki selalu ada perempuan di sampingnya yang juga turut membantu proses perajangan atau pelintingan tembakau.

Petani/buruh tani perempuan di Indonesia tak urung menjadi kelompok yang mengalami diskriminasi dan terpinggirkan. Terjadi ketidakadilan gender dalam pertanian. Misalnya, hasil garapan pertanian untuk perempuan dinilai/dihargai lebih rendah daripada laki-lai. Petani/buruh tani perempuan juga kurang memiliki akses terhadap tanah, teknologi, modal, pendidikan dan pasar/penjualan. Padahal kenyataannya di lapangan, petani/buruh tani perempuan bekerja lebih banyak dan lebih lama daripada laki-laki.

Di Temanggung, petani/buruh tani perempuan juga mengalami ketidakadilan gender. Misalnya, suami mereka yang juga petani tembakau mempunyai kencederungan selingkuh atau menikah lagi bila musim panen tembakau tiba. Maka tak heran angka AIDS dan peceraian di Temanggung tinggi bila datang musim panen.

Ketidakadilan gender dalam pertanian ini akhirnya menyebabkan petani/buruh tani perempuan meninggalkan desa untuk menjadi Tenaga Kerja Wanita di luar negeri, atau menjadi Pembantu Rumah Tangga di kota atau menjadi buruh pabrik. Apalagi kenyataaanya dibandingkan dengan para pekerja pabrik atau buruh bangunan, kesejahteraan petani/buruh tani jauh dibawah mereka.

SEANDAINYA SAYA ANGGOTA DPD RI

Melihat kenyataan yang demikian, maka bila saya diijinkan untuk berandai-andai menjadi anggota DPD RI ada beberapa hal yang ingin saya lakukan untuk memperjuangkan kesetaraan gender dalam pertanian khususnya para petani tembakau.

Saya sendiri tinggal di salah satu propinsi terbesar penghasil tembakau, yaitu Jawa Tengah. Tidak dipungkiri juga, mengapa ketidakadilan gender petani/buruh tani tembakau ini tinggi, bisa jadi karena pengaruh budaya Jawa. Maksud saya adalah karena budaya di Jawa, perempuan itu memiliki karakter cucut tali wanda.

Cucut Tali Wanda adalah suatu konsepsi Jawa yang menggambarkan karakter perempuan Jawa yang bersedia untuk menderita, tidak hanya untuk kepentingan dirinya sendiri , tapi juga untuk kepentingan orang lain termasuk untuk suami dan anaknya.

(Buku Kuasa Wanita Jawa, halaman 139)

Hidup di Jawa dengan karakter budayanya yang patrialis dan masih ada ketimpangan gender didalamnya, makan seandainya saya anggota DPD RI, maka saya akan mengajak para petani/buruh tani perempuan untuk memperjuangkan haknya sebagai petani, memberikan pendidikan formal dan informal untuk para petani/buruh tani perempuan agar lebih mandiri, mengajak para petani/buruh tani perempuan untuk aktif dalam organisasi petani dan menyuarakan hak dan pendapatnya sebagai petani/buruh perempuan. Sehingga terjadi perubahan di masyarakat terutama dalam industri tembakau agar lebih demokratis dan berkeadilan gender.

Tulisan ini saya buat dalam rangka lomba blog yang diadakan oleh DPD RI, info lengkapnya silahkan cek website-nya J

Gambar saya ambil dari sini

Advertisements

Leave a comment

Filed under Tak Berkategori

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s