Kaum Sosialita

Tanpa berniat menyinggung atau menyindirsiapapun, hari ini dengan sengaja dan sadar, saya ingin menulis tentangSOSIALITA. Ini karena pagi tadi saya baca koran *sebenernya sih dari kemaren- artikel hari ini adalah lanjutan* adaartikel mengenai sosialita yang ada di kota Semarang. Ketika say abaca lagiartikel ini terkait dengan hari Ibu kemaren.

Membaca kalimat demi kalimat, saya semakin biasapa sih sebenernya sosialita itu? Apakah karena ia kaya? Apakah karena ia punyajabatan tertentu ataukah karena ia berjiwa sosial?? Dan mari kita cari tahubersama.
Beruntung saya bisa bertanya-tanya pada om Gugelyang usah mengajak saya berselancar kesana kemari mencari tau mengenaisosialita. Mari saya bantu anda semua untuk merangkumnya menjadi satu. Oh,tentu saja ditambah dengan bumbu2 rumpi ala saya tentunya *hehehe* 
Menurut mas Nurahman Arif di blognya, menuliskanbahwa  Socialita / Sosialita adalah orang-orang kaya harta yangmemang kaya semenjak lahir. Atau karena keturunan. Bisa karena berasal darikeluarga pengusaha, atau bidang yang lainnya. Hal ini pernah diungkapkan olehsalah seorang blogger ternamaDiana Rikasari.
Adapun kaya itupun relatif ya. Dan baiklah kitasepakati saja bahwa kaya disini adalah orang yang bener-bener cukup bahkanberlebihan. Tidak memikirkan uang, tidak memikirkan utang *ah..kalo yang inisih saya juga ragu, sebab biasanya…catet, biasanya orang kaya/pengusaha itu biasanyajuga punya utang je*
Nah definisi lain mengenai kaum sosialita adalahmereka yang terlahir kaya dan menggunakan kekayaaanya itu untuk kegitan yangbersifat sosial. Tentu saja kegiatan atau aksi sosial yang sesuai dengan kelasmereka. Macamnya bisa menggadakan penggalangan dana dengan konser music, atauperagaan busana, pesta kebun dan lain sebagainya di hotel berbintang dan dimengundang media pastinya. *eh* 
Lainlagi  dengan yang ditulis mba Aciet . Iamenuliskan bahwa “ a socialite is aperson who is known to be a part of fashionable society because of his or herregular participation in social activities and fondness for spending asignificant amount of time entertaining and being entertained , which can alsoinvolve their devoting considerable time and resources to public charitableor  philanthropic activities. Socialitesare usually in possession of considerable wealth, inherited or self-made, thatcan sustain their stedy attendance at social functions. “
Jadi artinyasih sama aja , sosialita itu adalah keluarga / orang yang super kaya dan aktifdalam kegiatan sosial dengan cara mereka tentunya.
Nah  kalo, dari kamus Males Banget ini, sepertinyakata “sosialita” ini sudah mengalami pergeseran makna. Dulu, sosialita ituartinya orang kaya yang dermawan, yang suka melakukan aktivitas sosial membantuorang lain. Nah tapi kalo sekarang itu, kaum sosialita itu biasanya “aktifsecara sosial” mengadakan kegiatan sosial yang dibalut pesta dan mengundangmedia. Ada niatan membantu juga sih, tapi sangat kecil, lebih banyak kegiatantersebut dilakukan untuk menjaga image mereka .
Jadi,rangkumannya adalah bahwa sebenernya sosialita itu adalah orang yang emangsudah kayak *karena lahir dari keluarga kaya* yang menggunakan waktu danhartanya untuk melakukan kegiatan sosial. Biasanya kaum sosialita ini *karenakekayannya pula* mampu menggerakan atau mempengaruhi orang lain untuk melakukanhal yang sama. Biasanya kaum sosialita itu punya semacam komunitas atau semacamarisan *yang mungkin juga* pengajian gitu lah.

Kalo diJakarta sendiri, saya menemukan blog sosialitas dari Jakarta, silahkan bukadisini. Ada beberapa foto dan nama yang tidak asing lagi. Etapi mereka cukupterkenal karena termasuk sosialita di Jakarta.
Nah kalo yang di Semarang, hmm…sepertinyadari artikel yang saya baca itu mewakili atau layak disebut kaum sosialita jugagak ya? dari kaya-nya….iya *mungkin*, dari sosialnya….iya *mungkin* dari kemampuan untuk menggerakan dan mempengaruhi orang lain untuk melakukan kegiatan sosial?? …iya *mungkin*
Lah kok mungkin semua *ngekek sopan* 
Ah, tapinya sayajuga kenal beberapa orang yang tidak berasal dari keluarga kaya/bangsawan/ pejabat tapi mampu menggerakan dan mempengaruhi orang lain untuk berbuat sesuatu untuk bangsa ini. Sebut saja misalnya Satoe Atap  , sebuah komunitas yang bertujuan membina anak-anak jalanan dan kaum miskon kota dimana anggotanya adalah para mahasiswa dari berbagai universitas di Semarang. 
Ada pula Rumah Kenari, tempat dimana sesuatu yang kecil bisa dilakukan namun sangat besar manfaatnya. Bergerak dalam penyaluran buku-buku untuk perpustakaan/rumahbaca yang ada di seluruh Indonesia.  
Masih banyak lagi lainnya,… #sedekahrombongan milik mas @Saptuari misalnya, atau mas @KarmanMove yang fokus pada korban banjir lahar dingin Merapi misalnya, mba @andhinisimeon yang bergerak untuk berbagi cerita kepada anak-anak di Semarang , dll.

Itu hanya sebagian kecil komunitas yang ada di Indonesia, bukan dari kalangan kaum sosialita tapi mampu melakukan gerakan-gerakan besar untuk membantu orang lain yang membutuhkan. Kitapun tak perlu lah harus menyandang predikat “kaum sosialis” untuk membantu orang lain, setuju?? 









Advertisements

6 Comments

Filed under LiFe

6 responses to “Kaum Sosialita

  1. beberapa kasus korupsi akhir2 ini melibatkan kaum sosialita, jadinya tambah banyak org pengen tau ttg dunia sosialita 😀

  2. Pingback: KAUM SOSIALITA « callmebunga

  3. uzzaer ruwaidah

    aq pingin tahu aja sih apa itu kaum sosialita…cocok gk y dengan karyaku????thanks infonya y…..

  4. dedemusaalamin

    aq,,ingin mengenal lbh dekat ,dng kaum sosialita,,!

  5. Pingback: SOSIALITA | ietametha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s