#1 Halo, Siapa Namamu?

 

“pulang ke kotamu…ada setangkup haru dalam rindu…..”

 

Ah, lagu ini!! Dulu aku tergila-gila menyanyikannya. Tapi sekarang? Setiap aku mendengar lagu ini rasanya aku mual. Bukan karena Katon atau Pasha Ungu yang menyanyikannya, tapi karena aku benci Jogja. Ya, mendadak aku sangat membenci Jogja. Kota yang penuh kenangan. Kenangan manisku ku bersama Yuri. Tapi justru penuh kenangan itulah kenapa akhirnya aku jadi mual tiap kali orang menyebut kota Jogja. Dan siang inipun kembali aku dibuat mual karena Yog-ya-kar-ta.

“Kei, kamu ke Jogja hari ini ya..pastikan setiap dokumen kamu bawa. Saya ngga mau project kita gagal kali ini” Suaranya berat dan tegas. Macam suara pria tua yang terlalu banyak merokok kreteklah . Budiawan. Dia adalah bosku. Setidaknya untuk saat ini. Selama project untuk UKM ini berjalan tentunya.

 

Apaah?? Ke Jogja? Hari ini?? Mendadak aku mual. Mual semual-mualnya. Kenapa aku? Dan kenapa Jogja? Dikirim ke Luar Jawa-pun aku mau. Asal jangan Jogja, batinku.

Tapi bisa apa aku? Aku hanya karyawan yang harus tunduk apa kata pimpinan. Huh, rasanya benar-benar mual, sampe pusing kepalaku ini.

 

“Kamu ngga papa?” tanya seorang pria di sebelahku. Suaranya mengagetkanku.

“Owh,..ngga papa mas. Cuman sedikit pusing aja” jawabku.

“Nih…pake aja, siapa tau pusingnya bisa ilang” katanya sambil memberikan botol kecil berisi minyak kayu putih itu.

Aku meraihnya. membuka botolnya dan kuhirup aroma minyak kayu putih yang ia berikan padaku. Cukup menyegarkanlah, daripada harus jackpot disini? Oh…sungguh memalukan kalau hal itu terjadi. Kurang elegant!! Adam tiap kali clubbing selalu mewanti-wantiku agar tak mudah jackpot. Katanya “kalo mau mabok , mabok yang cantik dong….sampai  jackpot, gue gampar”. Aaaah…mendadak aku kangen Adam. Sahabat dan juga …hmm, supirku . Ups…sorry Dam, hahaha.

 

“makasih ya mas” kataku sembari mengembalikan botol minyak kayu putihnya.

you’re welcome…bawa aja kalau perlu” katanya memberikan penawaran padaku.  Aku pikir dia akan mengambil botol itu dari tanganku, eh tenyata dia malah mengulurkan tangannya untuk berkenalan denganku.

“Malvin….siapa namamu?” tanyanya.

Seketika itu aku kaget melihat tangannya menjulur padaku. Botol yang semula ada di tangan kananku sontak aku pindah ke tangan kiri dan aku menjabat tangannya sambil berkata “ Keina”

“Mau ke Jogja ya mba” tanyanya

Tambah mual aku jadinya mendengar kata Jogja. Lagian, jelaslah aku ke Jogja. Kalau ngga, kenapa aku harus naik bis ini??

Aku cuman mengangguk menjawab pertanyaanya. Sambil tersenyum dia berkata “ ya udah mba, tidur aja. Nanti kalo sudah sampai Jogja saya bangunin” katanya

Aaaaah…dia menyebut kata Jogja lagi. Huh!! Sekali lagi dia menyebut kata Jogja akan ku lempar wajahnya dengan botol ini .

 

Belum juga aku tertidur nyenyak, sang kondektur membangunkan aku.

“mbak…mbak, tiketnya…?” katanya sambil menulis sesuatu di segenggam kertas tiket itu. “ Jogja?” tanyanya.

 

Aaaaah Jogjaaaa…..pusing aku jadinya!!

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a comment

Filed under CeritaCerita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s