#2 Dag Dig Dug

Bedak, lipstik, maskara, eyes shadow dan blush on sudah kubawa. Baju dan sepatu juga sudah masuk tas. Lengkap!! Ini hari pertamaku bekerja. Aku berjanji akan tampil maksimal malam ini karena hanya disinilah aku akan menjadi diriku sendiri. “Kemana saja kamu….??? Jam berapa ini, cepat cepat….pertunjukanya sebentar lagi. Hap..hap..hap” Irene menepuk tangannya sambil berteriak.

“Diva, malam ini berikan yang terbaik untuk penontonmu ya. Gerakan yang kemarin kita latih itu adalah gerakan andalanku. Kamu bisa pakai kalo kamu mau. Mengalir sajahlah. Jangan terlalu kaku. Kamu pasti bisa,okey??” kata Irene.

“Okey, mi…” jawabku sambil memasang anting.

Dan saat yang ditunggu pun tiba. Aku merapikan baju dan dandanku. Saatnya aku menari untuk pengunjung yang sudah mulai binal malam itu.

Ruangan ini begitu dingin, tapi peluhku mengalir deras. Jantungku pun berdegup kencang. Iramanya cepat . Dag dig dug …..

Aku menyibakkan tirai dan mulai naik panggung dan menari.

Tarianku mendapat sambutan dari pengunjung. Mereka mengaku puas. Bahkan terangsang dengan tarianku.  Ada satu dua pengunjung  yang mulai mendekati Irene dan menanyakan nomer handphoneku. Tapi sepertinya Irene tak memberikannya. Ia tahu betul, aku masih baru disini jadi masih butuh bimbingan darinya.

Aku merapikan perlengkapan show-ku malam ini. Membereskannya dan siap-siap untuk pulang. Irene datang menghampiriku dan memberikan lembaran uang kepadaku.

“Ini untuk malam ini. Kerjamu bagus. Aku harap besok kamu bisa lebih bagus lagi dan lebih menggoda ya Diva??” kata Irene.

“Ya mi….makasih. Aku pulang ya mi…” aku bergegas pulang. Nyaris sudah jam 04.00 pagi. Bisa gawat kalo sampai Marni sampai tahu apa yang kulakukan malam ini. Aku bergegas menaiki motor bututku dan kembali pulang ke rumah.

Untunglah Marni belum bangun. Setelah memastikan tas yang kubawa tadi tersembunyi dengan aman, aku pun tidur.

Esok harinya….

“Tumben Ni masak….ndak biasanya kamu bikin sarapan buat aku” tanyaku kepada Marni yang sedang membuat secangkir teh untukku.

“Iya …lagi pengen aja. Sudah lama aku ngga masak ….yuk, sarapan, sambil nganu…ada yang mau aku tanyakan  .” ajak Marni.

“Mau tanya apa?” tanyaku penasaran. Firasatku mengatakan sesuatu yang buruk akan terjadi pagi ini.

“Nanti saja…sekarang makan dulu ya” jawab Marni sembari memberikan sepiring nasi goreng untukku.

Iya wes kalo begitu…hmm, sebentar , aku cuci muka dulu ya Ni” . Aku beranjak dari meja makan dan menuju kamar mandi. Sebelum membuka pintu kamar mandi aku urungkan niatku untuk cuci muka. Firasatku benar-benar mengatakan sesuatu yang buruk akan terjadi pagi ini.

Dan benar….

Aku membuka lemari baju disamping tempat tidur kami, dan tas ku lenyap entah dimana…

Aku masuk ke kamar mandi, mencuci mukaku…menghilangkan peluh yang mengalir di wajahku. Jantungku berdegup kencang. Iramanya cepat….dag dig dug!

“Maaaas….ini apaaaaa??!! kok ada tas isi make up dan baju model beginiaaaaan” teriak Marni.

gambar dari sini 

Advertisements

5 Comments

Filed under CeritaCerita

5 responses to “#2 Dag Dig Dug

  1. woow keren… kirain diva itu cewek cantik nan seksi.. ternyata laki2 y 🙂

  2. hahhhahahahahaha
    DIVA..
    cowok tomboy ternyata 😆

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s