#5 Jadilah Milikku, Mau??

25 Januari 1989, 7.45 am

Mrs. Rachel sedang merapikan etalase tokonya. Dibersihkannya debu-debu tipis yang ada di setiap sudut toko kesayangannya itu. Sampailah ia ada di satu ruangan favoritnya. Tempat Naomi dan teman-temannya berkumpul.

Mrs. Rachel tersenyum kepada Naomi sambil menyapa “ Selamat pagi Naomi, kamu cantik sekali hari ini”

Tak ada jawaban apapun dari mulut Naomi. Ia hanya terdiam. Mrs. Rachel berjalan menghampiri teman-teman Naomi.

“Hai Albert, topimu sedikit miring tuh. Sini aku rapikan” kata Mrs. Rachel. “Dan…owh, Cindy kenapa rambutmu berantakan!! Mana sisirnya??” kata Mrs. Rachel sambil mengambil sisir dan merapikan rambutnya Cindy.

“Kalian harus tampak sempurna. Hari ini ada pelanggan setiaku yang membawa salah satu dari kalian pergi dari rumahku ini. Berbaik-baiklah padaku, supaya pelangganku membelimu dengan harga yang mahal” kata Mrs. Rachel pada Naomi, Albert dan Cindy.

25 Januari 1989, 11.20 am  

“Oh…hai Mrs. Rachel. Maaf saya baru bisa kemari. Saya sibuk sekali” kata Mr. Arthur.

Ia menjabat tangan Mrs. Rachel dan tersenyum. Kumis lebat di atas mulutnya ikut terangkat.

“Tak mengapa Tuan. Saya setia menunggu kedatangan Anda” jawab Mrs. Rachel

“Jadi, bisakah saya langsung melihat-lihat Nyonya? Kata Mr. Arthur.

“Owh..baiklah Tuan. Silahkan….lewat sini” kata Mrs. Rachel membawa Mr. Arthur melewati lorong kecil di dalam rumahnya.

Mrs. Rachel sampai pada suatu ruang yang jadi favoritnya. Ruangan yang penuh dengan banyak bocah yang berdandan rapi dan wangi.

“Silahkan Tuan…Anda bebas memilih yang Tuan suka” kata Mrs. Rachel.

Mr. Arthur melihat-lihat bocah kecil yang berbaris rapi di ruangan itu. Dilihatnya satu persatu dengan cermat. Langkah Mr. Arthur berhenti pada Albert, dilihatnya lebih dekat penampilan Albert. Sekian menit ia terhenti pada Albert, iapun berjalan kembali dan melihat-lihat. Sampai akhirnya ia terhenti tepat di depan Naomi. Ia tersenyum sambil berkata “ Jadilah milikku, mau??”

Naomi terdiam membisu. Ia sedikit ketakutan.

“Nyonya, saya mau yang ini” kata Mr. Arthur.

“Baik Tuan, saya akan mempersiapkan segala sesuatunya. Mari tuan, ikut saya”

Mr. Arthur dan Mrs. Rachel berjalan keluar ruangan sambil membawa Naomi.

Albert dan Cindy menangis. Mereka sedih harus berpisah dengan Naomi.

 

25 Januari 1989, 03.40 pm

“Sayang, papa pulang” teriak Mr. Arthur sembari membuka pintu rumahnya.

“Papa……papa….” Sonya menjawab

“Papa punya sesuatu untukmu….” Kata Mr Arthur

“ Oyaaa?  Apa itu?? “ Sonya bertanya

“Ini dia…” jawab Mr. Arthur sambil mengeluarkan Naomi

Sonya melihat Naomi dan tersenyum. “Dia cantik Pa…aku suka” . kata Naomi.

“Terima kasih ya Pa…” lanjutnya sambil mencium Mr. Arthur.


25 Januari 2009, 2.45 pm

“Sonya, apa sudah siap semuanya?” tanya Mr. Arthur

“Sudah  kok Pa.” jawab Sonya. Iapun berjalan keluar kamar dan mengikuti Ayahnya.

“Kalau begitu kita berangkat. Mana Naomi?” tanya Mr. Arthur

“ Ini…” jawab Sonya santai. Ia menggandeng Naomi dan membawanya keluar.

Sonya harus melanjutkan sekolah ke Ottawa. Ia harus meninggalkan Ayahnya untuk merantau ke Kanada. Dengan berat hati ia harus  meninggalkan segala kenangan masa kecilnya di rumah ini. Ia berjalan keluar rumah sambil membawa Naomi. Kemudian ia  mendengar teleponnya berbunyi “Ini sudah mau berangkat. Tunggu ya”  jawab Sonya.

Teburu-buru ia masuk ke mobil dan berkata pada Ayahnya “ Ayo pa….Michael sudah sampai bandara” Mobil berjalan meninggalkan Naomi yang terjatuh di halaman depan rumah Sonya.

25 Januari 2009, 3.20 pm

Sonya tampak bingung. Dicarinya Naomi kesana kemari. Tapi tetap tidak ditemukan.

“Kamu yakin sudah membawanya” tanya Mr. Arthur

“Yakin Pa..aku tadi membawanya. Tapi kucari-cari kok ngga ada” jawab Sonya

“Mungkin dia masih di rumah, Tenang saja. Besok akan kukirim dia untukmu ” jawab Mr. Arthur.

25 Januari 2009  8.30 pm

Naomi duduk termangu di pinggir jalan. Tubuhnya menggigil kedinginan. Tatapannya kosong..Bajunya terlihat kumal, kotor dan bau. Ia terlihat sangat kacau.

“Sonya …Sonya…” rintihnya pelan. Rintihannya terlalu pelan untuk didengar orang.

“Sonya, dimana kamu??…” rintihnya sekali lagi. Tetap tak ada seorangpun yang mendekatinya.

Ia terlalu lelah untuk menjerit. Iapun terdiam dan tertidur.

Beberapa saat kemudian, seorang pemulung datang mengambil Naomi dan membersihkan debu yang menempel di tubuhnya.

“Wah… boneka ini cantik sekali. Cucuku pasti senang bertemu denganmu. Aku akan membawamu pulang ke rumah” Pemulung itu memasukan Naomi kedalam tas dan berjalan meninggalkan rumah Mr. Arthur.


Advertisements

4 Comments

Filed under CeritaCerita

4 responses to “#5 Jadilah Milikku, Mau??

  1. satrianayla

    Kirain kucing
    ternyata boneka

  2. ah tragis cerita si naomi..

  3. latree

    sama, kupikir ini kucing atau anjing…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s