#7 Sepucuk Surat (bukan) Dariku


“Bu, yang ikhlas ya…” kata Putri sambil memegang erat tanganku.

Kata demi kata kubaca . Mencoba untuk memahami kelimatnya sekaligus mencoba untuk menahan diri supaya tak semakin deras air mata ini.

Kupandangi wajah putri kesayanganku. Kuusap rambutnya

Dua hari  yang lalu,  Rangga menelponku setelah lebih dari 3 bulan ia pergi meninggalkan rumah tanpa kabar dan pesan.

“Din, hari ini akan datang sepucuk surat. Bukan dariku, tapi dari Pengadilan. Kita cerai”

Advertisements

4 Comments

Filed under CeritaCerita

4 responses to “#7 Sepucuk Surat (bukan) Dariku

  1. surat talak ya liph? aduh

  2. duh,
    ini singkat padat merayap, tp asik ceritanya 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s