#14 Ini Bukan Judul Terakhir

 Hari ini , hari paling panas sedunia!! Neraka bocor kali ya?? Agak lebay emang. Tapi sepertinya gak berlebihan kalo aku bilang kalo Semarang kali ini benar-benar panas menyengat. Dan kamu Rini, sungguh-sungguh tega. Mengajakku berkeliling kampus siang seperti ini?

“Ohhh…..tidaaaaak!!! “jeritku. Ah seandainya aku bisa menjerit. Tapi apa daya. Aku akan disangka gila kalo aku teriak-teriak di kampus ini.

Rini ku sayang, kenapa ngga tadi pagi aja ke kampusnya? Kenapa disaat matahari tepat diatas kepalamu dan orkes keroncong perutmu semakin nyaring, kamu justru semangat mengajakku ke kampus? Ah, Rini…Rini, kamu memang aneh. Terlalu aneh bagiku.

Seminggu yang lalu Rini juga mengajakku ke kampus. Setelah berdiskusi dengan dosennya (dosen yang katanya Rini termasuk jajaran dosen paling menakutkan itu), bukannya malah makin semangat, dia malah semakin lesu. Waktu aku tanya, eh malah dia nyalahin aku. Emang salahku apa Rin? Kan aku nggak tau apa-apa.

Jangan-jangan dia marah sama Pak Dosen itu ya? Entahlah.

Malamnya Rini nyuekin aku. Dia  ninggalin aku sendirian. Waktu ada acara ngopi bareng temen kampusnya, dia ngga ngajak-ngajak aku. Kan aku sedih, Rin.

Beberapa hari setelah itu baru deh kamu akrab lagi sama aku.  Aku maklum kok Rin. Emang nasibku sering diabaikan orang. Apalagi orang-orang macam kamu Rin.

Dan aku tau, ini adalah hari yang paling Rini tunggu. Hari dimana dia akan bertemu lagi dengan Pak Dosen yang menakutkan itu. Antara kepanasan, laper, dan capek campur jadi satu di wajah Rini. Aku cukup tau bebannya. Tapi sekali lagi, bisa apa aku? Aku cuman berharap biar semuanya cepat selesai. Dan aku cuman bisa berdoa semoga yang terbaik buat Rini.

Sewaktu menunggu Pak Dosen, Rini menatapku. Dia sepertinya  iba dengan dirinya sendiri. Aku mencoba untuk menghiburnya, tapi ia tetap tak tersenyum.

Dan Pak Dosen yang sudah ditunggunya akhirnya bisa ditemui. Aku bisa mendengar detak jantung Rini. Lebih cepat dari biasanya. Tenanglah Rin, tenang….. kataku dalam hati. Rini duduk dan menyapa Pak Dosen. Sambil sedikit berbasa basi dan setelah membuka lembaran demi lembaran, Pak Dosenpun bilang “ Rin, ini bukan judul terakhirmu kan?? Saya rasa kamu punya judul yang lebih baik dari ini. Coba kamu ganti judul aja ya Rin. Ini gak ada korelasi dengan teori yang kamu pakai. Atau, gini. Kamu pilih ganti judul apa ganti teori?? ”

 

Rini lemas dan hampir menangis. Dan ternyata dia menangis sepanjang jalan.

Diatas motornya yang melaju itu, dia mengutukku “ dasar skripsi sialan, bikin ribet hidup gue ajah”

Rini….

Maafkan aku yah….

 

Advertisements

2 Comments

Filed under CeritaCerita

2 responses to “#14 Ini Bukan Judul Terakhir

  1. sepertinya pengalaman pribadi 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s