#Tulkiyem : Lagu Natal

source : google

source : google

Wah, senangnya…akhirnya Tulkiyem  bisa kembali menyapa para pembaca setia OliphOph ini. Alhamdulilah Tulkiyem dan Marwoyo sehat berkat doa pembaca semuanya.  Ohya, belom terlambat tho kalo Tulkiyem mengucapkan Selamat Tahun Baru, dan…selamat Natal untuk pembaca Nasrani semuanya.

Oya, Tulkiyem jadi ingat soal Natal. Beberapa waktu lalu, Tulkiyem ketemu dengan Rahayu dipertigaan depan warungnya Mbak Narti. Rahayu yang pagi itu tampak cantik dengan daster bunga-bunganya bercerita tentang kegalauan dan kegundahan hatinya

Jadi begini ceritanya….

Rahayu itu seorang biduanita di kampung Lesehan. Suaranya merdu, body-nya aduhai. Dandananya sudah bak artis ibukota. Bukan…Rahayu bukan penyanyi dangdut, dia penyanyi café. Semacam warung kopi yang tiap Sabtu malam selalu mengadakan live music untuk para tamu yang mengunjungi café tersebut.

Suatu hari, ada seorang tamu yang rencananya mau “nyawer” Rahayu. Si tamu ini punya acara dalam rangka Natal di rumahnya. Rahayu nanti diminta untuk menyanyikan lagu-lagu Natal di acara tersebut.  Mendengar heboh-nya larangan MUI soal  ucapan Selamat Natal membuat Rahayu pun ragu untuk menerima tawaran tersebut. Kegalauan dan kegundahan hatinya , ia bagikan ke Mbak Narti dan Tulkiyem pagi itu.

Haa piye iki? Enak’e ditrimo opo ora yo tawaran iku??” tanya Rahayu.  “Yang kubaca , katanya MUI melarang kita memberikan ucapan Selamat Natal. Lah kalo ngucapin Natal aja dilarang, ini aku malah disuruh nyanyi lagu Natal, apa ndak malah nanti aku dosa?” lanjut Rahayu

“Waaaalah Yuuu, lha wong nyanyi aja kok takut dosa. Lagian kamu itu kan penyanyi, kudu professional. Kalo sebatas cuman disuruh nyanyi lagu Natal ya ndak papa. Lha kecuali kalo lagu-lagu gereja gitu. Ya tho Yem” jawab Mbak Narti.

Tulkiyem yang sedang memilih terong pun tersentak “Haaa..he’eh mungkin. Wong aku yo ora dong” jawabnya.

“Kemaren aku sempet tanya sama mas Budi, katanya juga begitu…elatapi lain lagi kalo kata mas Asep. Katanya kalo kita nyanyi lagu Natal itu seperti kita setuju atau percaya dengan adanya Natal. Katanya Muslim itu gak percaya adanya Natal. Ini gimana? Aku kok njuk bingung. Yem, piye menurutmu??”

“Walah tho Yu…, nek dari hati kecilmu sudah ndak sreg ya sudah ndak usah diterima aja. Tapi kalo dirimu mantep, ya jalani. Aku sependapat sama Mbak Narti. Nek memang dirimu kui penyanyi yang professional, ya kudu mau dan sanggup nyanyi lagu apa aja termasuk lagu Natal. Memang ada lagu-lagu Nasrani yang sifatnya pujian atau doa, tapi kalo lagu Natal itu lak mung netral ya. Mung lagu celebrate ngono lho. Lagian, urusan dosa ndak dosa itu bukan urusan manungso. Kui urusane Gusti Allah” jawab Tulkiyem. Mbak Narti yang berdiri di depannya mengangguk-angguk, sepaham dengan apa yang diucapkan Tulkiyem.

Yo saiki jajal, tanya dulu sama yang mau nyawer kamu. Lagu natal macam apa yang dibawakan. Mbok cermati liriknya. Diartikan. Dipahami.  Kalo dirimu ndak sreg, kata hatimu ndak bisa menerima lirik itu ya sudah, ndak usah terima. Sampaikan saja pendapatmu. Terbuka sama yang nyawer. Resikone ya itu, dianggep gak professional. Piye??” kata Mbak Narti

“Iyo wes, tak tanya dulu. Nek mung Jingle Bell, White Christmas, po Santa Claus is Coming to Town mungkin ora popo” jawab Rahayu.

“Wes, aku tak bali ndisik. Arep masak Terong bumbu Balado senengane mas Marwoyo. Sukses yo Yu…mbak, aku ngutang ndisik ya, minggu ngarep tak bayar. Hahahaha” kata Tulkiyem sambil berlari meninggalkan Mbak Narti dan Rahayu

**

Namanya juga cerita #Tulkiyem. Apa adanya.

Diskusi diperbolehkan, tapi tidak untuk diperdebatkan. Matur nuwun

Advertisements

2 Comments

Filed under #tulkiyem

2 responses to “#Tulkiyem : Lagu Natal

  1. nah, kalo umpama saya mengucapkam selamat makan kepada seseorang yang sedang memakan babi apa mungkin saya ini ikut haram juga.

    lah, aneh kalo ucapan selamat bisa sama makna dengan berarti kita ber syahadat.. ah mungkin hanya orang2 terlalu curiga saja ini mbak 🙂

    salam..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s