#3 Orang Ketiga Pertama

671268-domestic-violence

Entah apa yang terjadi dengannya. Beberapa hari ini setiap kali ia datang , ia langsung marah. Sepertinya ia punya banyak masalah. Tapi aku takut untuk bertanya.

Diam-diam  aku melihat raut mukanya yang penuh amarah. Entahlah, apa yang sesungguhnya terjadi. Wajahnya pucat, rambutnya kusut. Aku belum berani menegurnya. Aku takut menambah amarahnya.
“apa kamu lihat-lihat, sudah sana…buatkan aku minum!!”teriaknya.
“ iya, tunggu sebentar ya…” jawabku

Ketika segelas teh manis kuberikan padanya, kulihat tatapan matanya memandangku penuh birahi. Marahnya berubah menjadi nafsu. Ia menyetubuhiku. Memukuliku. Semakin aku kesakitan, semakin buas nafsunya. Semakin aku berteriak, semakin ganas perilakunya.
Setelah itu? Sudah pasti ia pergi meninggalkanku. Tapi ia akan kembali lagi padaku. Biasanya lima atau enam hari setelah pertemuan ini.

Aku Darti. Orang ketiga pertama yang dinikahi Burhan secara sah. Dua wanita lainya adalah Marni dan Idun. Keduanya dinikahi secara siri. Dengankulah Burhan menikah secara sah.
Suamiku seorang kuli panggul. Tubuhnya kekar dan kuat. Aku jatuh cinta padanya sejak pertama peerjumpan kami.

Awal-awal pernikahan, kami cukup bahagia. Ia lebih sering dan lebih lama singgah ke rumah ini.  Aku tak pernah tahu kalo Burhan punya banyak istri. Seiring berjalannya waktu, Burhanpun bercerita semua tentang dirinya, termasuk kegemarannya berhubungan seks.
Mungkin kami memang sudah jodoh, buktinya ini tahun kelima pernikahan kami. Itulah jawaban yang selalu aku sampaikan ke orang tuaku yang merasa iba setiap kali melihat memar-memar di wajah dan tubuhku.

“Aku tetap cinta Burhan, Bu…dimataku ia suami yang bertanggung jawab. Tak pernah ia menelantarkanku. Selalu ada uang buatku” kataku suatu hari.
“Suamimu itu gila seks, nduk. Sampai kapan kamu teraniaya seperti ini?? Ibu ndak rela, nduk” tanya Ibuku.
“itulah cinta Bu, aku bahagia menikah dengan Burhan. Karena aku satu-satunya istri yang ia nikahi secara sah”
Iya, meskipun aku tahu suamiku penggila seks , sering menganiaya aku, aku tetap mencintai suamiku. Aku takut berpisah dengannya.
gambar diambil dari sini 
 

Advertisements

Leave a comment

Filed under CeritaCerita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s