#4 Cuti Sakit Hati

Rel_Kereta_Api

“Tuan, ini bunganya…saya taruh dimana?” kata pak Tarno yang wajahnya tertutup bunga.
“Letakan disini saja pak, terima kasih ya.” jawab Rendy
“Tumben tuan, kemaren lily putih…kok sekarang mawar merah. Saya sampai kesulitan bawa-nya. Takut ketusuk durinya Tuan “ kata pak Tarno “Nganu, ini nanti diantar ke tempat yang biasanya??” lanjut pak Tarno bertanya.
“Iya pak, hari ini saya mau yang beda. Ini sudah yang ke….” kata Rendy terputus
“ ke 8 tuan “ sahut Pak Tarno
“iya..ini sudah yang ke 8 . Tunggu sebentar, saya mau menulis sesuatu” jawab Rendy
“ menulis surat yang sama tuan? Apa tuan tidak bosan setiap hari selama enam belas hari terus menerus mengirimkan bunga? Bagaimana kalo yang menerima bunga itu bosan, tuan?” tanya pak Tarno pelan. Ia takut majikannya marah karena kelancangannya bertutur kata.
“Saya nggak pernah lelah pak, cuman ini yang bisa saya lakukan saat ini” jelas Rendy singkat.

“Tuaan….Tuan,….” teriak Pak Tarno
“Ada apa pak? Kok teriak teriak…lho ini bunganya kenapa dibawa pulang lagi??” tanya Rendy.
“Yang punya rumah gak mau terima bunga lagi tuan, katanya rumah yang sekarang pemiliknya beda.” Jelas Pak Tarno
“begitu ya?? Apa katanya?” Rendy terlihat penasaran dengan penjelasan pak Tarno
“Yang punya rumah sekarang pindah ke Amsterdam katanya, rumahnya dijual tuan. Sewaktu saya hendak memberikan bunganya, si pemilik rumah malah masuk ke dalam dan ambil sepucuk surat ini, tuan. Katanya, ia hanya menyampaikan pesan pemilik rumah bahwa hari ini akan ada orang yang mengirimkan bunga. Maka ia memberikan surat ini, tuan” pak Tarno memberikan suratnya.
Rendy menerima sepucuk surat itu, dan mempersilahkan Pak Tarno pergi dengan seikat mawar merah ditangannya.

Rendy memasuki ruang bacanya. Ia memejamkan mata dan selintas bayangan masa lalu kembali hadir dalam pikirannya. Saat dimana ia dan istrinya bertengkar, saat Rendy mendorong istrinya dengan hebat. Saat istrinya teriak kesakitan, saat darah mengalir dari paha istrinya, saat ia harus kehilangan anaknya.

Rendy membuka surat itu, dan membacanya pelan

Dear Rendy,
Aku lelah dengan semua ini. Hentikan. Jangan menyakitiku lagi. Sudah kukatakan, aku ingin menjauh darimu. Aku ingin pergi dari kehidupanmu. Kamu telah menghancurkan hiduku. Menghancurkan masa depanku.
Apakah kau masih terus berharap aku memaafkanmu?? Tidak pernah, Rendy. Aku tidak akan pernah memaafkanmu. Kau renggut nyawa anakku, anak kita. Dan kau buat aku mandul.
Suatu malam aku berdoa pada Tuhan, Ia mendengarkan doaku. Dan ia mulai memberikan pengertian padaku. Bila aku ingin lepas dari sakit hatiku, aku harus memaafkanmu. Aku harus mengampunimu. Mengasihimu.
Pada Tuhan aku meminta, pada Tuhan aku memohon, pada Tuhan aku mengajukan cuti sakit hati.
Agar aku bisa memaafkanmu, dan mengasihimu.

Rendy melipat kembali surat yang ia terima bersamaan dengan teriakan pak Tarno dari ruang tengah
“Tuuuaan, tuaan……lihat ini, lihat…” teriak Pak Tarno
Rendy berjalan menuju ruang tengah dan membujur kaku

Wanita yang diperkirakan berusia 40tahun ini ditemukan tewas dengan kondisi tubuh yang sudah tidak utuh lagi di sepanjang rel Lempuyangan. Dari identifikasi yang dilakukan polisi setempat, ditemukan setangkai bunga Lily ditangannya. Informasi sementara yang kami dapatkan dari olah TKP, wanita ini bernama Novia Basuki.
Demikianlah, headline news kali ini…kita kembali ke acara selanjutnya”

 

gambar diambil dari sini 

Advertisements

4 Comments

Filed under CeritaCerita

4 responses to “#4 Cuti Sakit Hati

  1. Berarti cuti sakit hatinya itu bunuh diri ? Apakah itu artinya dia masih belum bisa memaafkan suaminya kah ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s