#7 Cintaku Mentok di Kamu

love-my-job

Apakah kamu akan bosan apabila setiap hari, dari hari ke hari kamu hanya melakukan kegiatan yang itu-itu saja? Apakah kamu akan merasa jenuh? Apabila pertanyaan itu dilontarkan padaku saat ini, maka jawabannya adalah tidak. Aku menikmati apa yang aku lakukan selama bertahun-tahun ini. Padahal aku melakukannya setiap hari. Sejak aku bangun pagi, sampai dengan aku hendak tidur lagi.

Buatku semua ini menyenangkan dan sangat kunikmati.

Dulunya, aku jobseeker. Pakaian rapi, sepatu berhak tinggi, kesana-kemari membawa map berisi CV.

“Kamu bisa manajemen?” jawab pria berkacamata tebal yang mewawancaraiku suatu hari

“Sudah pasti bisa pak, meskipun saya lulusan teknik sipil tapi saya juga belajar manajemen pak. Baik manajemen rumah tangga, manajemen keuangan sampai manajemen qolbu” jawab saya.

Setelah wawancara dengan bapak-gendut-berkacamata-tebal itu, aku tidak pernah lagi menginjakkan kaki ke gedung bertingkat 17 itu.

Pada kesempatan lain, aku-pun kembali harus bertemu dengan interviewer yang tidak bersahabat. Setidaknya ia tak ramah padaku. Senyumnya mahal!! Dan menyeramkan.

“Melamar di bagian keuangan? apa saya tidak salah baca?” tanyanya. “Kamu bisa pembukuan??” lanjutnya lagi. Ibu-rambut-keriting-bertahi lalat di atas bibir itu bertanya padaku.

“Saya bisa pembukuan kok bu.” jawab saya penuh percaya diri

“Belajar dimana?” tanya perempuan itu.

Dan saya dengan bangga menjawab ” Ngga belajar bu, ini murni otodidak. Saya belajar pembukuan itu karena kepepet bu. Terpaksa. Ya demi bisa mengatur keuangan rumah tangga. Maklum, penghasilan suami saya saat ini belum normal” jawab saya tersenyum.

Dan sudah pasti, ibu-rambut-keriting- itu mengirimkan email padaku berisi permintaan maaf karena aku belum bisa bekerja di tempat ia bekerja.

Aku gagal lagi!

Banyak CV sudah ku kirimkan ke banyak perusahaan. Hasilnya nihil. Padahal aku punya banyak sekali skill. Aku heran, kenapa mereka tak mau memperkerjakanku.

Sekarang? Udah cinta mati sama pekerjaan yang baru ini. Pekerjaan yang dianggap pekerjaan sederhana,tapi nyatanya ini pekerjaan rumit. Pekerjaan yang tidak terikat jam kerja tertentu. Tapi inilah karirku selama 12 tahun ini, walaupun selalu diremehkan dan jarang mendapat pengakuan yang layak hanya karena aku sangat mencintai suami dan anak-anakku, aku tetap bahagia.

Aku pernah  jatuh cinta sama sekretaris, analis, jurnalis sampai dengan penulis tapi emang ujung-ujungnya balik lagi , jatuh cinta sama ibu rumah tangga. Cintaku emang sudah mentok disini.

Maklum, sudah kepala empat.

Advertisements

Leave a comment

Filed under CeritaCerita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s