#10 Bangunkan Aku Pukul Tujuh

kdrt4

“Minta duitnya…” tanya Ridwan

“Untuk apa?? Kemaren kamu minta 500ribu juga gak jelas buat apa!! Sekarang minta lagi??” tanya Marta

“Jangan pelit kamu, kamu bisa sukses seperti sekarang itu juga karena jasaku. Aku yang ngenalin kamu ke Pak Dodi. Sini….mana uangnya? Aku butuh sekarang!!” teriaknya semakin keras sambil mendorong tubuh Marta

“Ridwan, udahlah…stop judi. Kamu ngapain sih pake maen judi segala. Mending kamu iyain tuh tawarannya Pak Dodi. Apa salahnya kalo harus kerja jadi supir. Cuman sementara ini. Sampe proyek yang di Surabaya jalan. Toh pak Dodi…” aku mencoba menjelaskan

“Stop!! Gak usah deh kamu ngajarin aku. Aku tau apa yang harus aku perbuat untuk hidupku sendiri. Sekarang, beri aku uang. 500ribu saja. Apa susahnya sih buat kamu ngasih duit segitu ke aku??” kata Ridwan . Marta menghindar dari jeratan tangan Ridwan yang semakin menyakitkan

“Pergi kamu!! Mulai hari ini aku ngga akan memberikan sepeser uangpun untuk kamu” jawab Marta tegas

“Apaaaa!! Kamu mau melawan saya? Sudah berani kamu ya sekarang?? Udah diapain aja kamu sama Dodi, sampai berani ngelawan saya?? Heeeh!! “ teriak Ridwan sambil menarik rambut Marta

Marta merintih kesakitan. Ia mulai ketakutan. Ridwan berubah menjadi monster yang siap melukai dirinya.

Plaaaaak!!
Ridwan menampar Marta

“Sini, mana dompetmu” Ridwan merebut tas Marta dan menggeledah isinya. Diambilnya semua uang yang ada di dompet Marta

Ridwan melemparkan dompet ke wajah Marta, didorongnya Marta hingga terjatuh. Kepalanya membentur dinding dan kemudian Marta terjatuh tak sadarkan diri.

**

Marta termenung di kamarnya. Dipandanginya foto mesranya dengan Ridwan. Ia menitikan air mata. Ia merasa lelah mencintai Ridwan. Bertahan dari siksaan lelaki yang ia sayangi, sungguh menyakitkan. Cinta itu sabar, tapi cinta itu tak menyakiti. Cinta itu saling menghargai dan saling menghormati.

“Sudahlah Marta,..kamu harus tegas kali ini. Perilaku Ridwan sudah kelewat batas” kata Rina sahabat dekatnya di ujung telepon

“Lalu aku harus bagaimana??” tanya Marta

“Tinggalkan dia” jawab Rina

Marta terdiam. Ia teringat dua bulan lalu ketika Ridwan memperlakukannya dengan kasar. Mendorong tubuhnya dan memaksanya masuk ke kamar kost Marta, menggeledah isi lemarinya dan mengambil sekotak perhiasan warisan dari Ibunya. Marta menitikan air mata.

“Ta…?? Ta..? kamu gak papa? “ tanya Rina.

“Hmmm… Rin, besok bangunkan aku pukul tujuh ya. Jemput aku di kost, bisa?” kata Marta

“Mau kemana Ta?”

“Anterin aku ke Mbak Putri. Aku mau lapor ke Mbak Putri. Dulu dia pernah bilang sama aku, kalo Ridwan sudah mulai kelewatan, aku harus melaporkan ini Rin. Aku mau minta tolong sama Mbak Putrik. Bener kamu Rin, saatnya aku tegas Rin. Kamu benar, Ridwan bukan orang yang pantas buat aku cintai. Aku udah capek lahir batin” kata Marta

gambar dari sini 

Ide ceritanya dari kasus Eza dan Rasty.  Wajib baca soal Kekerasan dalam Pacaran disini juga ya 🙂

Advertisements

2 Comments

Filed under CeritaCerita

2 responses to “#10 Bangunkan Aku Pukul Tujuh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s