#JelajahPantai Gunungkidul jilid 2

Cafe Indrayanti

Bukan nama pantai, tapi nama restoran&cafe-nya

3. Pantai Indrayanti

Kunjungan ketiga kami saat #JelajahPantai Gunungkidul adalah Pantai Indrayanti. Sebenernya, nama pantai ini bukan Indrayanti. Nama asli pantai ini adalah Pulang Syawal. Hanya saja disana ada restoran & cafe yang didirikan kolaborasi antara mas Indra dan mbak Yanti. Dan menjadi “terkenal” disana, jadilah nama pantainya, pantai Indrayanti.  Untung bukan kolaborasi antara mas Krisda dan mbak Yanti ya? *halah*

Jujur, saya ngga terlalu suka dengan pantai ini. Ramenya udah kayak pasar. Terlalu rame dan kotor akhirnya. Selain bisa menikmati menu makanan yang disediakan sambil duduk melihat pantai, bisa juga bermain pasir dan menikmati udara pantai dengan menyewa payung seharga Rp.20.000 sepuasnya.  Sayang cuaca hari itu tidak bersahabat. Awan mendung gelap sekali. Dan sayapun emang gak sempet foto-foto juga. Udah kadung males karena ramenya itu *fiiuuh*. Waktu saya berkeliling, saya melihat ada persewaaan speed boat yang sejamnya Rp.150.000 kalo gak salah. Tapi kok saya ngeri ya? Yakali kalo cuaca mendukung mungkin boleh juga dicoba.

Siang itu kita hanya singgah untuk makan siang.  Menu yang ditawarkan juga menu standard pantai, harganya lumayan lah. Porsi besar lah. Jadi bisa buat makan rame-rame.

P. Indrayanti

ramenya udah kayak pasar, gak asik lagi *menurutku*

jauh-jauh ke Gunung Kidul, tetep makan tempe goreng dong ah...hhihi

jauh-jauh ke Gunungkidul, tetep makan tempe goreng dong ah…hhihi

4. Pantai Pok Tunggal

Waktu saya diajak mba Ita buat jelajah pantai , semangat banget nge-iyain. Salah satu pantai yang bikin saya penasaran adalah Pantai Pok Tunggal. Pantai ini cukup bikin saya penasaran. Dan ternyata rasa penasaran saya terpenuhi sudah. Perjalanan ke Pantai Pok Tunggal ini bener-bener penuh perjuangan. #halah. Jalannya kecil, cukup buat satu mobil ajah. Trus blom diaspal juga. Ada yang di semen sih, tapi sisanya belum. Jadi kerasa banget secara habis makan siang kan, perut jadi terkocok-kocok #eh

penunjuk arah ke pantai

penunjuk arah ke pantai

Perjalanannya kurang lebih 3km lah buat nyampe ke pantainya. Bener-bener berasa. Tapi begitu nyampe pantainya, alamaaaaak….suka. Masih sepi. Gak banyak pengunjung juga waktu itu. Ditepi pantai ada payung-payung yang disewakan. Harganya sama, Rp.20.000 sepuasnya.  Diatas bukit, katanya ada pohon POK. Satu-satunya, itulah kenapa namanya Pok Tunggal. Tapi pas kesana, nyariin kok gak ada pohon pok-nya ya??. Pantai ini juga jadi favorit aku. Disini pasirnya bersih. Rasanya pengen berlama-lama disana, tapi apa daya harus berlanjut ke pantai selanjutnya. Besok kalo mampir ke Gunungkidul, pantai ini wajib disinggahi. Ada warung makan juga kok. Tapi gak tau ya, harga dan rasanya gimana. *hehehe* Besok dicoba ya.

pok tunggal

ojek payung pantai

salah satu sudut Pok Tunggal

salah satu sudut Pok Tunggal

*bersambung ke jilid 3 ya….selanjutnya adalah Pantai Siung, Pantai Wediombo dan Pelabuhan Ikan Sadeng. Semuanya masih terletak di Gunungkidul

Advertisements

3 Comments

Filed under JalanJalan

3 responses to “#JelajahPantai Gunungkidul jilid 2

  1. Mita Alakadarnya

    pohon POK itu kayak gimana ya??? kok saya baru denger,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s