RSS Feed

Change in life

Posted on

Perubahan itu kadang memang tidak menyenangkan. Sebagian dari kita pasti kaget dan tidak siap menerima perubahan.  Bahkan respon terhadap perubahan-pun berbeda. Ada yang marah, ada yang pasrah, ada yang senang dan ada pula yang tertantang.

Perubahan atau changes seringkali disinonimkan dengan ketidakpastian. Dan lagi, yang namanya ketidakpastian terkadang jauh dari kenyamanan.  Apakah itu perubahaan yang besar, kecil, diharapkan atau tidak, atau bahkan yang dikhawatirkan sekalipun. Changes telah, selalu dan akan terus terjadi. Apakah kita siap ataupun tidak siap, perubahan pasti terjadi. Read the rest of this entry

Kenikmatan Cinta **

Posted on

Ada yang bilang, buah khuldi itu dimakan oleh Hawa bukan Adam, tapi keduanya jatuh dalam dosa bersama-sama. Aku tak tahu mana yang benar. Dari kecil aku mendengar banyak cerita tentang surga, termasuk buah khuldi itu. Tapi tak pernah sekalipun aku mengerti apa itu surga. Umurku baru 6 tahun kala itu. Ibuku berpesan padaku “ jangan nakal, nanti masuk neraka”. Untuk anak sekecilku, pengertian surga-neraka masih sangat sulit kupahami. Sekarang? Akupun tak pernah mau berurusan dengan surga dan neraka. Hidupku bagiku adalah di dunia, bukan di surga atau neraka yang kata orang adalah perhentian terakhir manusia. Atau  justru sebaliknya, kehidupan yang sesungguhnya itu ada di surga. Entahlah!!

Bukan  aku tak peduli surga atau neraka. Yang lebih kupedulikan sekarang adalah hidupku di dunia saat ini. Bisakah aku tetap produktif? Bisakah aku berkontribusi dan bermanfaat untuk orang lain? Selama di dunia loh ya…bukan di surga. Read the rest of this entry

Apa sih Public Speaking itu??

Posted on

masih ya, soal Public Speaking :) sambil ngedit sambil baca-baca, sambil mosting…*hehehe*

 

Banyak yang sudah mendefinisikan apa itu Public Speaking itu. Mulai dari yang “berbicara di depan umum”, “seni berbicara/berkomunikasi untuk mempengaruhi audience atau khalayak” dan lain sebagainya.  Namun berbagai macam definisi mengenai Public Speaking , bila dirangkum menjadi satu intinya hanya satu. Berbicara di depan umum. Dan inilah yang membedakan antara “talk” dan “speak”. Dalam bahasa Indonesia , keduanya mempunyai arti yang sama, yaitu berbicara. Hanya saja, kalo “talk” itu tak perlu dipelajari secara khusus , kecuali kalo kita mempunyai gangguan dalam berbicara. Berbicara (talk) ini sudah bisa kita lakukan sejak kita usia kurang lebih 1 tahun. Entah itu hanya berkata “ma..ma..ma..” “papa..paa.” “maam..maam” dan lain sebagainya. Ini adalah salah satu kemampuan kita berbicara (talk). Lain lagi dengan berbicara (speak). Yang memang butuh latihan untuk melakukannya karena tujuannya adalah (salah satunya) mewujudkan tujuan komunikasi. Tujuan komunikasi itu macam-macam, untuk mempengaruhi orang lain, menghibur, menyampaikan pendapat, mengajar, memberikan informasi, merubah pendapat orang lain, dan sebagainya.

Read the rest of this entry

Mengatasi Rasa Malu

Posted on

*masih posting tentang Public Speaking*

Setali tiga uang dengan takut, malu juga merupakan kendalan seseorang untuk tampil di depan umum. Sama halnya dengan rasa takut, rasa malu adalah kondisi antroplogis yang sangat erat dengan manusia. Bahkan saking eratnya, ada juga beberapa orang yang tidak mudah terbebas dari rasa malu. Memang benar, untuk mengatasi rasa malu dan takut itu butuh kemauan. Apalagi kedua rasa ini (malu dan takut) berdampak pada kepercayaan diri seseorang.

Untuk soal public speaking atau berbicara di depan umum ini, rasa malu kerap kali menghantui seseorang. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah persiapkan diri kita. Kalau kita tidak ingin malu di depan banyak orang, siapkan diri kita. Apakah itu mengenai materi bicara sampai soal penampilan. Read the rest of this entry

Mengatasi Rasa Takut

Posted on

*ini adalah serangkaian tulisan saya tentang Public Speaking*

Selalu ada yang namanya pengalaman pertama. Betul? Pengalaman pertama sekolah, pengalaman pertama kerja di luar kota, pengalaman pertama ngekost, pengalaman pertama punya anak, pengalaman pertama jalan-jalan ke Paris, dll. Betul? Rasanya gimana? Ada gugupnya, ada takutnya. Iya kan??

Rasa gugup atau takut itu sebetulnya adalah “naturals calls”. Sama dengan rasa lapar, rasa haus ataupun rasa mengantuk. Sesungguhnya tidak ada obat khusus untuk mengatasi “naturals calls” itu  Hanya saja, seperti rasa lapar, haus dan ngantuk itu akan menjadi sesuatu yang normal kalau kita bisa me-manage-nya dengan baik. Kan ngga mungkin gitu, kita asal makan kalo toh nyatanya kita lagi puasa. Kita bisa tahan kan sampai Maghrib nanti? Atau pada saat ada kuliah, di depan dosen killer, meskipun ngantuk berat, tapi kita bisa kan mengendalikan diri kita supaya ngga tertidur di kelasnya? Read the rest of this entry

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,870 other followers