Apa sih Public Speaking itu??

masih ya, soal Public Speaking 🙂 sambil ngedit sambil baca-baca, sambil mosting…*hehehe*

 

Banyak yang sudah mendefinisikan apa itu Public Speaking itu. Mulai dari yang “berbicara di depan umum”, “seni berbicara/berkomunikasi untuk mempengaruhi audience atau khalayak” dan lain sebagainya.  Namun berbagai macam definisi mengenai Public Speaking , bila dirangkum menjadi satu intinya hanya satu. Berbicara di depan umum. Dan inilah yang membedakan antara “talk” dan “speak”. Dalam bahasa Indonesia , keduanya mempunyai arti yang sama, yaitu berbicara. Hanya saja, kalo “talk” itu tak perlu dipelajari secara khusus , kecuali kalo kita mempunyai gangguan dalam berbicara. Berbicara (talk) ini sudah bisa kita lakukan sejak kita usia kurang lebih 1 tahun. Entah itu hanya berkata “ma..ma..ma..” “papa..paa.” “maam..maam” dan lain sebagainya. Ini adalah salah satu kemampuan kita berbicara (talk). Lain lagi dengan berbicara (speak). Yang memang butuh latihan untuk melakukannya karena tujuannya adalah (salah satunya) mewujudkan tujuan komunikasi. Tujuan komunikasi itu macam-macam, untuk mempengaruhi orang lain, menghibur, menyampaikan pendapat, mengajar, memberikan informasi, merubah pendapat orang lain, dan sebagainya.

Public Speaking atau berbicara di depan umum ini sebenernya ngga butuh bakat khusus. Kalau dianalogikan, belajar public speaking itu seperti belajar naik sepeda. Ngga ada orang yang begitu lahir langsung bisa naik sepeda. Perlu ada latihan yang teratur dan tekun supaya seseorang bisa naik sepeda. Lalu bagaimana pandangan orang mengenai “public speaking” itu bakat, jadi percuma. Belajar sampai berbusa-busa saja gak akan bisa. Ah, memang ada sebagian yang berbakat “ngomong lancar” atau “ceriwis” atau apalah itu. Sehingga ia dengan muda menjadi pembicara karena emang bakat dari sono-nya. Eiiits, tapi gak usah sedih. Yang merasa “tidak berbakat”pun bisa tetap menjadi pembicara yang luar biasa asal mau latihan. Apaaa??? Coba baca lebih keras lagi. LA TI HAN.

Apa yang membedakan?? Orang yang berbakat juga tetap harus latihan. Sebab kalau tidak nanti akan ketinggalan dengan orang yang tidak berbakat namun rajin latihan. Orang yang berbakat mungkin latihan satu dua kali langsung bisa, nah kalo orang yang ngga berbakat mungkin butuh empat kali baru bisa. Jadi Bakat atau Latihan keduanya sama-sama perlu latihan untuk menjaga kualitas tetap terjaga.

Nah, ini nih yang kadang sering terjadi. Selalu menolak tampil bila ada kesempatan untuk menjadi ajang “latihan” menjadi public speaker/pembicara. Disuruh maju untuk presentasi, gak mau. Disuruh nanya, gak mau. Disuruh MC acara ini itu, gak mau. Nah gimana mau latihan?? Apa iya cukup puas latihan di dalam kamar dan di depan kaca ajah? Saya menyebut mereka yang “pemalu” ini adalah orang-orang tipe KELINCI. Kalo di deketin, ngumpet. Suruh gerak sedikit, ngumpet. Mereka yang suka menolak kesempatan untuk tampil , sejatinya adalah mereka yang merugi. #halah. Maksud saya, rugi loh kalo kesempatan untuk tampil itu ditolak. Justru kalo bisa malah mencari kesempatan tersebut. Kenapa? Salah satunya untuk ajang kita latihan.

Seorang guru kungfu begitu ahli dan mahir bermain kungfu. Suatu hari datang seorang anak yang juga ingin belajar kungfu. Guru ini menerima ia menjadi muridnya. Setelah ngobrol ngalur ngidul ngulon ngetan, sang guru memberikan dia sedikit teori dan buku tentang kungfu. Sang murid membaca habis buku itu. Lalu ketika ia selesai membaca buku kungfu itu, ia menghadap guru-nya dan berkata “aku telah habis membaca buku ini, maka akupun mahir dan ahli bermain kungfu”. Gurunya hanya tertawa……Bagaimana seorang murid bisa dikatakan ahli dan mahir bermain kungfu hanya karena telah habis membaca buku kungfu??? Praktek. Itu penting. Gerakan-gerakan kungfu ini memang telah kau pelajari, tapi bila kau tak mempraktekannya, maka apalah gunanya? “jawab guru tersebut.

Jadi, sama hal nya dengan public speaking ini. Kalian boleh baca banyak buku, boleh datang ke kursus atau pelatihan tentang public speaking. Tapi kalo ngga pernah praktek, ya buat apa?? Sia-sia!!

 

Meskipun anda tidak berbakat, tapi bila anda rajin latihan, anda pasti bisa!!

Jangan menolak kesempatan yang datang, cari kesempatan itu, atau ciptakan kesempatan untuk anda berlatih dan meningkatkan rasa percaya diri anda.

Advertisements

11 Comments

Filed under Public Speaking

11 responses to “Apa sih Public Speaking itu??

  1. kau bisa? berani?
    semangat!!!

  2. dulu saya pemalu banget, apalagi harus tampil di depan banyak orang.
    sekarang kayaknya masih tapi nggak pake banget.

  3. Sungguh luar biasa seseorang yang berbicara didepan umum yang bisa mempengaruhi audience, salam kenal admin blog

  4. ada yg menarik, bahwasanya, orang yang berbakat pun sesungguhnya melakukan latihan secara terus menerus untuk mengasah keberbakatannya tersebut, sehingga bisa jadi hebat..

    So, punya bakat (talented) atau tidak, kita kan ndak tau, hehe, bagi mereka yang mau cari tau, belajar, dan berlatih dengan sungguh-sungguh, maka ia juga bisa meraihnya..

    benar apa kata mbak lolipop (hehe), HARUS PRAKTEK, belajar tanpa praktek umpama menimba air dari sumur, trus airnya didiemin, ya ndak guna.. hehe

    Sahabat, selamat berlatih.. 🙂

  5. jowy

    public speaking.. .sya rasa memang manusia itu wajib speak ya.. . bakat ga bakat speak it harusnya wajib.. . iya speak, bukan cma talk,,
    biasa aja gitu lah.. . tergantung orangnya.. mau mentingin ‘ malu ‘ terus, ap mau maju,, , ..

  6. wah, harus banyak-banyak tampil di depan umum nih, hehehe…
    karena saya termasuk tipe yang tidak terlalu berbakat dan sering grogi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s